ini cerita tentang dua orang, kisah nyata, anggaplah namanya Fulan dan Fulanah. (Kenapa sih tiap perumpamaan nama selalu aja dikasih fulan-fulanah? hahah)
di-post buat pengingat aja, mengingatkan bahwa ada cerita seperti ini. Cerita seorang akhwat yang menjaga dirinya.
Sms fulan kepada fulanah.
"Assalamu'alaikum. Fulanah, seperti yg pernah fulanah bilang, saya sudah tega bohongi fulanah selama 'kepengurusan'. Dan fulanah tersakiti. Makin lama makin sakit.
Agar fulanah tidak lebih tersakiti lg, mungkin lebih baik saya tidak menghubungi fulanah dalam bentuk apapun.
Tugas saya sbg 'koordinator' sudah selesai. Dan itu bs berarti tak ada lg yg harus dibahas. Saya mohon maaf atas semua kesalahan yg pernah saya lakukan. Dan saya mohon pamit.
Wassalamu'alaikum
jawaban fulanah:
wa'alaikumussalam
sampai jumpa
jika suatu hari nanti ada takdir ktemu, semoga masing2 kita sudah lebih baik
saya harap saya bisa bertemu orang hebat, lebih baik dari kesan pertama saya
Fulanah mencatat dalam hatinya (dan diabadikan di sticky notes laptopnya)
ful, ada seseorang yang pernah jatuh cinta sama kamu
tapi dia terhalang memberikan cintanya padamu karena dia harus memprioritaskan cinta kepada Tuhannya dan kepada dirinya sendiri
selain itu ada penghalang lain, Fulan yang dia cintai tidak mencintai dirinya sendiri dan tidak pula mencintai Tuhannya
dia tidak ingin membagi cintanya pada orang seperti itu
satu harapannya: fulan mencintai dirinya dan mencintai Tuhannya
lalu dia berdoa: semoga suatu hari fulan dipertemukan dengan orang yang pernah jatuh cinta dengannya itu, atau kalau tidak dipertemukan dengan orang dengan karakter yang sama dengan orang yang pernah jatuh cinta padanya
sejak saat itu fulan tidak pernah lagi bertemu dengan fulanah. Tidak ada komunikasi.
Saya menuliskan ini karena mengapresiasi keputusan fulanah untuk menjaga dirinya. Dia memprioritaskan cinta kepada Allah atas keinginan fitrahnya (fitrah sebelum bermetamorfosis jadi nafsu)
Ini kisah nyata, dan saya masih ingat waktu fulanah mengatakan pada fulan via sms, "Allah melihat apa yang kita kerjakan, ful"
Semoga fulanah ini tetap istiqamah menjaga dirinya sampai dia bertemu dengan takdir terbaiknya :)
No comments:
Post a Comment