Friday, September 30, 2011

Sinetron

malam ini saya terniat lagi untuk menulis kisah hidup saya yang seperti sinetron...
menulis lagi..
menulis lagi...
menulis lagi...

baiklah...

insya Allah, coming soon, Azizah's life
meski diawali dengan kisah c***a, semoga bisa jadi batu loncatan untuk melupakannya ke depannya serta memulai awal baru

I'm sure I'm great :)

Thursday, September 29, 2011

Passion

Sekarang saya sedang berada di kantin Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Rumah sakit ini bakal jadi tempat keseharian saya mulai bulan maret tahun depan, insya Allah.

Selagi nunggu makanan, buka laptop dan menulis.

Passion. Inilah yang saya cari hari ini.

Memandangi jas-jas putih koas di sekitar saya. Berusaha memvisualisasikan bahwa saya akan memakai jas putih itu 5 bulan lagi. Sebentar lagi.

Ini harusnya ngasih saya semangat untuk ngerjain skripsi dan menyelesaikan amanah-amanah saya yang tersisa di FK. ditambah dengan mimpi-mimpi yang belum sempat dicapai bahkan sudah dilupakan.

Menjadi seorang dokter. Mimpi yang begitu menggebu-gebu saat saya SMA, kuliah di farmasi dan saat tahun pertama di FK UNPAD. Namun makin lama status tersebut terasa makin hambar. Entah mungkin makin terbiasa.

Orang-orang berjas putih itu, jas koas setidaknya, pasti kompetensinya berbeda-beda meski dari luar terlihat sama semuanya. Sama-sama pakai jas putih, sama-sama terlihat pintar. Padahal belum tentu sekompeten itu di dalamnya.

Mungkin itu juga yang membuat saya hambar, karena mengingat kompetensi keilmuan saya sangat jauuh jauh sekali. Sangat minim sekali.

Ingin rasanya dalam waktu 4 bulan ini mereview semua ilmu kedokteran, ingin memfiksasi semua kasus di kepala saya, semua skill, semuanya, biar saya tidak hanya terlihat pintar dari luar saat memakai jas putih itu, tapi juga pintar di dalam.

Huft, begitu banyak pe-er yang menunggu.

Ayolah semangat!

*sejujurnya kata-kata semangat itu ga ngaruh sedikitpun buat diri saya :(

Tuesday, September 27, 2011

Woman = Problems

saya ngakak pas baca tulisan ini
ada benarnya juga..
yang pasti ga berlaku buat semua wanita ya
dan saya ga seperti itu :)

Monday, September 19, 2011

Doa paling sederhana

ya Allah, diantara doa saya, jika doa ini boleh dikatakan paling remeh menurut pandangam-Mu maka kabulkanlah ya Rabb...
saya minta satu hal, izinkan saya bertemu ibu saya sekali lagi, sebelum hidup saya atau ibu saya berakhir...

ya Allah...

ya Allah, cabutlah nikmat apa saja yang dapat menjauhkan saya dari-Mu...

Sunday, September 18, 2011

Allah Engkau Dekat

Allah Engkau dekat penuh kasih sayang
tak kan pernah Engkau biarkan hamba-Mu menangis..
karna kemurahan-Mu, karna kasih sayang-Mu

Hanya bila diri-Mu ingin nyatakan cinta
pada jiwa-jiwa yang rela dia kekasih-Mu
Kau yang slalu terjaga, yang memberi segala

Allah Rahman, Allah Rahim
Allahu ya Ghaffar ya Nurul Qalbi
Allah Rahman, Allah Rahim
Allahu ya Ghaffar ya Nurul Qalbi

di setiap nafas
di segala
semua bersujud memuji memuja asma-Mu
Kau yang slalu terjaga, yang memberi segala...

Allah Rahman Allah Rahim
Allahu ya Ghaffar, ya Nurul qalbi
Allah Rahman, Allah Rahim
Allahu ya Ghaffar, ya Nurul qalbi..

setiap makhluk bergantung pada-Mu
dan bersujud semesta untuk-Mu
setiap wajah mendamba cinta-Mu, cahaya-Mu...

Allah Rahman, Allah Rahim
Allahu ya Ghaffar ya Nurul qalbi
Allah Rahman, Allah Rahim
Allahu ya Ghaffar, ya Nuur...

-Cahaya hati, OPICK-

Wednesday, September 14, 2011

Manggaro badan surang

Well, ini target seminggu ke depan

1. Olah raga rutin tiap hari
2. Beres draft skripsi rabu depan
dg rincian rencana
- kamis besok ketemu dr. Elsa, minta data (it's mean malam ini udah ngerjain bab 2, garis bawah: sampai drop!)
- jumat: ktemu dr yana
- minggu: selesai draft (ini target untuk da lim)
- selasa: ktemu dr elsa utk minta tanda tangan lembar pengesahan
- rabu: presentasi proposal

list of forbidden things
-dger lagu ost dream high
-dger lagu yanni
-buka fb lama2 (not more than 10 minutes per day)

Alright then. I'll prove, I can do that!

Saturday, September 10, 2011

Reply on 30 April 2011's post

Buka-buka older post di blog, ketemulah saya dg tulisan ini "Ketika Sabar Hampir Bersinonim dengan Menunggu"

Salah satu kalimat yang saya garis bawahi:
"ingin rasanya meloncat ke tiga atau bahkan sepuluh tahun mendatang, ketika di masa itu dunia saya sudah berubah, dan saya hanya bergumam "oh, peristiwa itu ya. Ga kerasa ya, udah selama ini berlalu" ketika mengingat masa ini."

Lebih kurang 4 bulan berlalu sejak saat itu. I think, I have recovered. I'm not in such excruciating pain anymore. Lumayanlah.
Today I can say "oh, peristiwa itu ya. Ga kerasa ya, udah selama ini berlalu"

Kemarin jumat saya ketemu dg sahabat saya tersebut. Di masjid Asy Syifaa saat sholat ashar. Alhamdulillah saya tidak merasakan sakit seperti 4 bulan yang lalu.
Tapi saya tidak bisa menyapanya sehangat saya menyapa teman lain.
The reason?
Alasannya, mungkin karena she is someone I've removed from my heart to my outside. Yang sebelumnya dia adalah sahabat yang begitu berarti, punya tempat paling istimewa di hati saya menjadi teman yg hanya ada di sekitar saya.
However, the hurt is still exist actually. Itu sebabnya ketika ingin menyapa atau tersenyum semacam ada barrier.

I'm sorry. Perhaps in future this hurt get recovered and recovered. Perhaps I can be such a person who smile warmly to you spontaneously without feeling discomfort.

Friday, September 9, 2011

Welcome Home (part 1)

saya (via message fb): I'm very sorry, tadi terlalu kaget, ga nyangka ketemu secepat itu (even I can't talk to you or just say hello)
welcome home :))

sepanjang hari saya menunggu balasan message itu, saat buka fb tadi isya, sudah ada balasan.
Tapi saya tidak berani membukanya.

*Dan sekarang saya kehilangan nafsu makan >.<

bersambung...

Thursday, September 8, 2011

Nonsense? Absolutely No!

Salah satu target saya adalah membentuk tubuh. Saya butuh menukar lemak dengan otot. Agar saya sekuat binaragawan. Atau minimal sekuat Lisa Rumbewas (atlet angkat besi dari Papua).
Saya belum merencanakan detail usaha2 menuju target tersebut. Namun visualisasinya amat dekat di pikiran saya. Semakin jelas visualisasi, semakin tinggi motivasi untuk menggapainya.

Kenapa?
karena saya butuh badan yang kuat untuk mengerjakan tugas saya sebagai dokter, terutama saat saya PTT kelak.
Rencananya saya mau PTT di Papua atau NTT.

Selain itu, saya ingin punya badan yang cukup kuat untuk menggendong ibu saya.
Paling cepat setelah lulus dokter nanti atau setelah internship, saya akan membawa orang tua saya kemana saya pergi.

Ya, ayah dan ibu saya. Mereka akan tinggal bersama saya. Karena diantara anak orang tua saya, sayalah yang paling mungkin merawat orang tua saya.
Jadi saya akan bawa orang tua saya, termasuk ke daerah PTT.

Jadi saya butuh badan yang kuat untuk bisa merawat orang tua saya di daerah terpencil yang serba terbatas. Transportasi yang terbatas mungkin jarak tempuh yang terlalu jauh atau medan yang berat.

Katakanlah, jika ibu saya lelah berjalan, saya menggendongnya di punggung saya.

Ketika saya ceritakan ini kepada adik ibu saya, dia bilang ini mustahil. Tidak mungkin saya akan membawa pergi ibu saya dengan kondisi seperti itu. Apalagi ke daerah PTT.

Bagi saya mungkin. Mau tinggal di Bandung, Padang bahkan ke Papua sekalipun, saya tetap akan bawa orang tua saya.

I definitely will take care of my parent.
Insya Allah...


Ya Allah, ease my way...

If...

If my mother died before I meet her..
If she died before I apologize...
If she died while I'm still in guilty feeling..

I will remember her for the rest of my life

regretfully
with full of tears...

I will cry everywhere...
everytime...
for the rest of my life...


I hope I still have chance to meet her, or at least doing something which make her happy


"...maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia"

(QS Al Isra': 23)


*if..that happen...Allah, just let my die in my crying, don't let me live again...

Tuesday, September 6, 2011

Bukan 'Apa Adanya' Lagi

dua minggu terakhir saya jauh dari Allah
saya sering melihat ke 'atas'
akibatnya saya tidak bersyukur
sehingga saya tidak sabar
tidak bisa mengendalikan emosi
salah satunya saya lampiaskan ke ibu saya
masalah kecil dg ibu saya jadi masalah besar
saya juga melampiaskan emosi ke kakak saya

saya merasa terlalu banyak melihat ke atasi
ditambah dengan masalah2 lain
pihak kosan yang menyebalkan, skripsi saya yang sulit, referensi yang kurang, sayanya juga malas, dll
saya kehilangan diri sendiri
bukan 'apa adanya' lagi