Salah satu kalimat yang saya garis bawahi:
"ingin rasanya meloncat ke tiga atau bahkan sepuluh tahun mendatang, ketika di masa itu dunia saya sudah berubah, dan saya hanya bergumam "oh, peristiwa itu ya. Ga kerasa ya, udah selama ini berlalu" ketika mengingat masa ini."
Lebih kurang 4 bulan berlalu sejak saat itu. I think, I have recovered. I'm not in such excruciating pain anymore. Lumayanlah.
Today I can say "oh, peristiwa itu ya. Ga kerasa ya, udah selama ini berlalu"
Today I can say "oh, peristiwa itu ya. Ga kerasa ya, udah selama ini berlalu"
Kemarin jumat saya ketemu dg sahabat saya tersebut. Di masjid Asy Syifaa saat sholat ashar. Alhamdulillah saya tidak merasakan sakit seperti 4 bulan yang lalu.
Tapi saya tidak bisa menyapanya sehangat saya menyapa teman lain.
The reason?
Alasannya, mungkin karena she is someone I've removed from my heart to my outside. Yang sebelumnya dia adalah sahabat yang begitu berarti, punya tempat paling istimewa di hati saya menjadi teman yg hanya ada di sekitar saya.
However, the hurt is still exist actually. Itu sebabnya ketika ingin menyapa atau tersenyum semacam ada barrier.
I'm sorry. Perhaps in future this hurt get recovered and recovered. Perhaps I can be such a person who smile warmly to you spontaneously without feeling discomfort.
No comments:
Post a Comment